Siapa nih yang dulu suka nonton My Trip My Adventure?
My Trip My Adventure adalah program TV yang eksis dari tahun 2013 sampai 2024, meskipun sempat vakum beberapa waktu.
Nah, buat kalian yang suka nonton acara petualangan ini, pasti terngiang-ngiang lagu The Nights yang dipopulerkan oleh Avicii. Soalnya, lagu ini jadi semacam lagu tema My Trip My Adventure.
Tapi, kalian tahu nggak makna mengharukan di balik lagu The Nights?
Nah, sebelum bahas maknanya, kita simak dulu yuk lirik dan terjemahan lagu The Nights!
Once upon a younger year, when all our shadows disappeared, the animals inside came out to play. We went face to face with all our fears, learned our lessons through the tears; made memories we knew would never fade.
Pada suatu masa di usia muda, saat semua bayangan kita menghilang, naluri liar dalam diri pun keluar bermain. Kita menghadapi semua ketakutan kita, belajar banyak lewat air mata; menciptakan kenangan yang takkan pernah pudar.
One day, my father, he told me, “Son, don’t let it slip away.”
He took me in his arms, I heard him say, “When you get older, your wild heart will live for younger days. Think of me if ever you’re afraid.”
Suatu hari, ayahku memberitahuku, “Nak, jangan sia-siakan hidup ini.”
Dia memelukku, dan aku mendengarnya berkata, “Saat kamu dewasa nanti, hati liarmu akan tetap hidup untuk hari-hari muda itu. Ingatlah aku jika suatu saat kamu merasa takut.”
He said, “One day, you’ll leave this world behind, so live a life you will remember.”
Dia berkata, “Suatu hari nanti, kau akan meninggalkan dunia ini, maka hiduplah dengan cara yang akan kau kenang.”
My father told me when I was just a child, “These are the nights that never die.”
Ayahku berkata kepadaku saat aku masih kecil, “Ini adalah malam-malam yang takkan pernah mati.”
My father told me.
Begitulah kata ayahku.
“When thunderclouds start pouring down, light a fire they can’t put out; carve your name into those shining stars.”
“Saat awan gelap mulai mengguyur deras, nyalakan api yang tak bisa mereka padamkan; ukir namamu di antara bintang-bintang yang bersinar.”
He said, “Go venture far beyond the shores! Don’t forsake this life of yours. I’ll guide you home no matter where you are.”
Dia berkata, “Bertualanglah jauh melampaui tepian! Jangan sia-siakan hidupmu ini. Aku akan membimbingmu pulang, di mana pun kau berada.”
One day, my father, he told me, “Son, don’t let it slip away.”
When I was just a kid, I heard him say, “When you get older, your wild heart will live for younger days. Think of me if ever you’re afraid.”
Suatu hari, ayahku berkata padaku, “Nak, jangan biarkan hidup ini berlalu begitu saja.”
Saat aku masih kecil, aku mendengarnya berkata, “Saat kau dewasa nanti, hatimu yang liar akan tetap hidup untuk hari-hari muda. Ingatlah aku jika kau merasa takut!”
He said, “One day, you’ll leave this world behind, so live a life you will remember.”
Dia berkata, “Suatu hari nanti, kau akan meninggalkan dunia ini, maka hiduplah dengan cara yang akan kau kenang.”
My father told me when I was just a child, “These are the nights that never die.”
Ayahku berkata kepadaku saat aku masih kecil, “Ini adalah malam-malam yang takkan pernah mati.”
Avicii, atau Tim Bergling, adalah salah satu DJ dan produser musik elektronik paling berpengaruh di dunia. Salah satu lagunya yang hingga kini terus dikenang adalah The Nights, yang dirilis pada tahun 2014. [1]
Secara garis besar, The Nights bercerita tentang nasihat seorang ayah kepada anaknya untuk menjalani hidup sepenuhnya, tanpa penyesalan, dan mengisi hari-hari dengan pengalaman yang akan dikenang seumur hidup.
Liriknya yang ikonik, “He said, one day you’ll leave this world behind, so live a life you will remember,” mengingatkan kita bahwa hidup ini singkat. Daripada terjebak dalam rutinitas tanpa makna, kita sebaiknya mengejar impian, mencoba hal-hal baru, dan berani mengambil risiko.
“Jalani hidup yang bermakna, lakukan hal-hal yang patut dikenang, jangan sia-siakan waktu!” Begini kira-kira maksud dari lirik refrain utama lagu The Nights.
Selanjutnya di lirik ini: “When thunderclouds start pouring down, light a fire they can’t put out, carve your name into those shining stars.”
Suka mempelajari sejarah, khususnya Jawa Kuno. Pernah menjadi tutor ekstrakurikuler Jurnalistik, menerbitkan beberapa novel dan antologi, menjadi editor majalah seni dan budaya lokal di Blitar, serta editor beberapa buku terbit. Kini seorang ibu rumah tangga dengan satu anak, sambil bekerja freelance di beberapa bidang. TikTok: @pustakamega
Leave a Reply