Pitutur Mbah Kuning tentang Cinta

  • Sapuan
17 November 2025 - 02:28 WIB 0 Comments 58
Ilustrasi Pitutur Mbah Kuning tentang Cinta. (Sumber: Dall-E)
Ilustrasi Pitutur Mbah Kuning tentang Cinta. (Sumber: Dall-E)

Ukuran Font
Kecil Besar

Suatu senja di kawasan sitinggil, tempat yang dahulu diyakini sebagai lokasi Gajah Mada muda (Joko Modo) menggembala kerbau. Di sana, Mbah Kuning (56), yang suka melakukan tapak tilas sejarah, sedang duduk di sebuah bale-bale. Ia ditemani rokok kretek dan kopi pahit yang dibungkus plastik, karena tempatnya jauh dari warung kopi.

Sedang enak-enaknya menikmati rokok kretek sambil melihat kepulan asap rokok di bawah rerimbunan pohon jati, tiba-tiba datang seorang pemuda sekira usia 43 tahun dan memperkenalkan dirinya dengan nama Rudi.

Obrolan kedua insan itu pun terjadi mengenai Joko Modo saat dilahirkan di Cancing, sebuah dusun di Desa Gunungrejo Ngimbang, tepatnya di Gunung Ratu sampai pindahnya ke Desa Modo Kabupaten Lamongan.

Kemudian, anak muda itu pun menceritakan keluh kesah tentang suatu permasalahan misteri kehidupan rumah tangga saudaranya yang dilanda prahara. “Saya betul-betul kasihan dengan saudara saya, rumah tangganya yang sudah terbina 20 tahun harus kandas karena ulah istrinya yang lari dengan laki-laki lain,” ungkapnya.

“Terus bagaimana saat ini?” tanya Mbah Kuning singkat.

“Ceritanya panjang, Mbah. Saat ini kasihan sama saudara saya itu, harus menyandang nestapa yang amat dalam,” kata Rudi.

“Tuhan itu Mahakasih dan Sayang, dan apa pun yang kita terima di dunia ini harus kita syukuri, itulah cinta Allah kepada kita. Tapi sayang, manusia banyak yang tidak merasa karena kurang paham tentang arti kehidupan,” kata Mbah Kuning mengawali nasihatnya.

“Saya masih kurang paham dengan perkataan Mbah Kuning, sebenarnya bagaimana agar kita bisa benar-benar bersyukur,” kata Rudi.

“Memang, kata syukur itu mudah diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan dengan syukur yang sebenarnya. Jika kita pahami ayat Bismillahirrahmanirrahim yang artinya segala perjalanan makhluk di alam dunia ini bisa terjadi karena kasih dan sayangnya, maka kita harus juga menebar kasih sayang kepada semua makhluk sebagai wujud rasa syukur kita dengan ucapan Alhamdulillahi rabbil alamin yang disertai dengan perbuatan,” papar Mbah Kuning.

“Saudaramu yang ditinggal istrinya itu, saya rasa karena Allah sangat mencintai saudaramu itu. Mari kita selalu husnudzan kepada Allah SWT, barangkali istrinya itu bukanlah jodoh yang dikehendaki-Nya, sehingga dipisahkan saudaramu itu dengan istrinya. Mungkin dulu dia memandang istrinya dengan nafsunya, mungkin karena dia cantik, badannya bagus sehingga dia tertarik. Tapi Allah kan berjanji akan memenuhi kebutuhan manusia, bukan keinginan nafsunya,” tutur Mbah Kuning sambil mengisap dalam-dalam rokok kreteknya.

“Tapi kenapa dia sampai menderita begitu dan kadang sampai menangis,” ujar Rudi.

“Namanya juga manusia, wajarlah jika dia merasa sakit. Tapi di hatinya yang paling dalam, ada satu titik yang tidak merasa menderita bahkan memahaminya, dan saya rasa itu bukan hukuman dari Allah. Ingat penggembala kambing, jika mengetahui kambingnya memakan tanaman orang, dia akan memukulnya, dan pukulan itu bukan hukuman tapi rasa sayangnya terhadap ternaknya. Begitu pula Allah kepada kita, penderitaan yang kita alami itulah rasa kasih sayang dan cinta-Nya, karena di balik itu pasti ada hikmah yang luar biasa,” kata Mbah Kuning.

“Saya ingat satu perkataan orang bijak, jika tujuan kita orientasinya pada materi, maka yakinlah kekecewaan yang akan kita dapatkan,” sambungnya.

“Terus apa yang harus dilakukan saudara saya, Mbah?” tanya Rudi.

“Jalani dengan penuh rasa cinta, semua ini adalah proses menuju kata ‘Kun/jadi’,” ungkapnya.

“Tapi ingat, sepandai-pandainya manusia, kita ini sebenarnya makhluk yang bodoh, maka minimal 17 kali kita minta petunjuk ihdinash shirathal mustaqim, agar kita diberikan petunjuk pada jalan yang diridhai-Nya untuk menuju tujuan, dan mungkin perjalanan saudaramu untuk menuju titik yang dituju itu, istrinya justru akan menjadi penghalang, maka dia harus dipisahkan dengan cara Allah,” ujar Mbah Kuning.

“Nak Rudi, hidup ini adalah pilihan. Dalam konteks yang dialami saudaramu itu, ada dua pilihan yang harus dipilih,” kata Mbah Kuning sambil menyalakan rokoknya kembali.

“Apa itu, Mbah?” tanya Rudi.

“Yang pertama, saudaramu itu mau jadi orang laki-laki atau yang kedua mau jadi orang bijaksana. Kalau jadi orang laki-laki, cari istrinya dan selingkuhannya untuk dihajar habis-habisan. Tapi kalau mau jadi orang yang bijaksana, jika sudah ada bukti, ceraikan istrinya dan cari jodohnya dengan memohon petunjuk pada Allah. Bukan sekadar mencari istri dengan dasar nafsunya,” kata Mbah Kuning sambil minum kopi lewat sudut plastik.

“Rasulullah pernah bersabda, ada tiga hal yang akan menjadikan manusia bakal diangkat derajatnya, yakni orang yang tabah menjalani cobaan, orang yang ikhlas menerima takdirnya, dan orang kaya yang masih mau berdoa,” ucapnya.

“Jika kita menerima sesuatu atas dasar nafsu, maka kita selamanya akan merasa kurang, karena standar keinginan manusia itu selalu kurang. Dan Allah menjadikan sesuatu bagi makhluk-Nya tentu dengan cara-Nya, yang sering dirasa menyakitkan. Ingat, orang menanam apa pun pasti dibenamkan dulu dalam tanah agar bisa tumbuh. Begitu juga Allah akan menjadikan sesuatu bagi manusia dengan mengalami penderitaan lebih dulu, dan itu bukan siksaan, tapi cinta,” tuturnya melanjutkan.

Matahari semakin mendekati tenggelam, perbincangan itu pun disudahi dengan sudut pandang serta pemikiran masing-masing. Yang jelas, apa pun yang kita terima dari Allah SWT, itulah cinta Allah kepada kita. Tinggal bagaimana kita bersikap, dapatkah kita menjadi hamba yang sepenuh hati mencintai Allah dan Rasul-Nya. “Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?”

TOPIK:
  • Sapuan

    Biasa dipanggil "Cak Wan", seorang wartawan senior di berbagai media online lokal Lamongan, di antaranya wartawan Sinar Pos (2019-2021), outor/editor Kompas86.com (2021-2023), editor Suaraglobal.id (2023-2024), dan Wapimred Suaraglobal.co.id (2024-sekarang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *