4 Dampak Keseringan Scroll Medsos dan Bagaimana Mengatasinya

  • Mega Yohana
17 November 2025 - 08:45 WIB 0 Comments 110
Ilustrasi doomscrolling. (Sumber: Dall-E)
Ilustrasi doomscrolling. (Sumber: Dall-E)

Ukuran Font
Kecil Besar

Sadari sebelum terlambat, ini akibatnya kalau kamu keseringan scroll medsos.

Di zaman ini yang ponsel pintar ada di hampir setiap rumah, scrolling menjadi salah satu hal yang paling sering dilakukan, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Scrolling sering dianggap sebagai stress relief karena memberikan sensasi santai dan dapat menjadi pengalih perhatian sementara dari stress atau tuntutan kegiatan sehari-hari.[1] Namun, yang kerap tidak disadari adalah bahwa keseringan scroll bisa berdampak buruk, tak hanya bagi mental tapi juga kesehatan tubuh.[2] [3]

Berikut ini kami rangkum 4 dampak keseringan scrolling dan bagaimana mengatasinya.

Dampak Scrolling 1: dari lupa waktu hingga mengganggu jadwal tidur

Niatnya scroll 5 menit aja, nggak terasa sudah satu jam berlalu. Apalagi saat malam, alasannya melepas penat sambil scrolling, tapi kebablasan sampai tahu-tahu udah tengah malam. Akhirnya jadi kurang tidur, atau malah insomnia, dan kualitas tidur pun terganggu.

Dampak Scrolling 2: inginnya refreshing, ujung-ujungnya comparing

Niatnya refreshing, tapi saat lihat kehidupan orang lain, tanpa sadar jadi membandingkan dengan kehidupan sendiri. Akhirnya minder atau malah iri, merasa hidup orang lebih keren atau lebih beruntung. Padahal, kita nggak tahu bagaimana usaha dan perjuangan mereka di balik apa yang ditampilkan di media sosial. Kita pun jadi lupa bersyukur.

Dampak Scrolling 3: terjebak FOMO sampai waktu habis buat lihat hidup orang lain

Lihat semua yang lagi ngetren langsung ikut-ikutan karena takut ketinggalan, padahal sebenarnya itu nggak penting. Ada produk viral pengen ikutan punya, padahal dompet pun lagi tipis. Pengen dianggap bergaya sampai rela pinjam sana sini. Kalau ada skandal viral langsung ikut menghujat, padahal belum tentu yang dihujat itu pihak yang benar-benar bersalah. Atau sibuk membela artis atau influencer kesukaan sampai bertengkar di kolom komentar, padahal yang dibela juga nggak lihat, dan belum tentu dia benar.

Dampak Scrolling 4: capek mental, minim pencapaian

Fokusnya geser, dari yang awalnya pengen cari inspirasi dengan scroll … eh, malah sibuk melihat hidup orang lain sampai lupa mengembangkan diri sendiri. Waktu pun habis buat mengomentari hidup orang lain atau debat kusir dengan sesama pengguna medsos, yang seharusnya bisa digunakan untuk berkarya atau mengembangkan keterampilan diri sendiri. Akhirnya capek mental, stres meningkat, atau malah mengalami kecemasan dan muncul perasaan rendah diri.

Bagaimana mengatasinya?

  1. Batasi waktu scroll, misalnya 30 menit atau maksimum 1 jam dalam sehari.
  2. Kurangi ngepoin akun yang bikin kamu insecure.
  3. Ganti waktu scroll dengan melakukan aktivitas nyata seperti membaca buku, menulis jurnal, berkebun, atau aktivitas lain yang memberikan manfaat nyata bagi diri sendiri.
  4. Dan yang paling penting, ingat bahwa hidup kita nggak harus seperti di feed orang lain.

Scrolling memang seru, tapi kalau dilakukan secara random dan tanpa arah bisa menggerogoti hati dan membuat kita merasa kurang bahagia. Bahkan kalau mengikuti saran James Clear dalam bukunya, Atomic Habits, lebih baik lagi jika bisa mengurangi/uninstall aplikasi media sosial yang tidak begitu penting.[4] Tapi kalau belum bisa, menjadi 1% lebih baik setiap hari itu lebih baik daripada tidak berkembang sama sekali.

[]

TOPIK:
  • Mega Yohana

    Suka mempelajari sejarah, khususnya Jawa Kuno. Pernah menjadi tutor ekstrakurikuler Jurnalistik, menerbitkan beberapa novel dan antologi, menjadi editor majalah seni dan budaya lokal di Blitar, serta editor beberapa buku terbit. Kini seorang ibu rumah tangga dengan satu anak, sambil bekerja freelance di beberapa bidang. TikTok: @pustakamega

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *